Saat index saham di Bursa Efek Jakarta (BEJ) mulai tidak stabil sehingga otoritas bursa menetapkan auto off, sebuah cara untuk menghentikan perdagangan pada perusahaan yang harga sahamnya bergerak terlalu tinggi atau terlalu rendah, dengan batasan 20 persen atas dan batas bawah juga 20 persen, yang dianggap cukup menjaga kestabilan harga saham dari perusahaan tersebut, pemerintah Indonesia langsung mengumumkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia masih terkendali dan cadangan devisa masih mencukupi. Dan masyarakat diharap untuk tenang. Sebenarnya ini adalah salah satu tanda bahwa krisis ekonomi global sudah mulai menyentuh ekonomi Indonesia.
Lalu pemerintah menerbitkan SKB 4 Menteri yang diharapkan mampu mengurangi atau bahkan meniadakan phk massal dari perusahaan-perusahaan yang terkena efek dari krisis keuangan dunia. Penjelasan mengenai krisis dunia ini dapat anda baca di salah satu artikel pada blog ini dengan judul “Kutipan Herald Tribune yang terbit di Hongkong”.
Ternyata dari situs kompas.com :
http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/21/05251844/12.600.pekerja.terancam.phk
dan dari situs suaramerdeka.com :
http://www.suaramerdeka.com/beta1/index.php?fuseaction=news.detailNews&id_news=18450
Terdapat ada berita 12.600 pekerja terancam phk dan perusahaan tekstil di Pekalongan merumahkan 850 karyawannya. Hal ini membuktikan arus phk massal dunia pun sudah merambah sampai ke Indonesia, bahkan sudah sampai ke daerah-daerah.
Mengapa phk massal tersebut bisa terjadi, karena sebagian besar dari perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor ekspor sudah mengalami kurangnya order dari sebagian pasar mereka di luar negeri yang berpusat di Amerika Serikat (AS).
Ini adalah efek berantai dari krisis yang ada di AS, dan semua negara yang mengekspor produk-nya ke AS sudah mengalami hal yang sama meskipun besarannya berbeda. Kabarnya, di negara Cina pun sudah mem-phk 200.000 pekerjanya di seluruh negara Cina dengan alasan yang sama. Hal ini tidak bisa lagi dicegah.
Penulis dan beberapa teman penulis yang juga memiliki bisnis sendiri memprediksikan bahwa pada tahun 2009 akan terjadi gelombang phk massal yang jumlahnya lebih besar lagi dari seluruh dunia dikarenakan kegagalan sistem keuangan di AS yang berimbas pada menurunnya daya beli masyarakat AS untuk semua bahan kebutuhan hidup selain kebutuhan hidup primer.
Menurut laporan dari kantor berita VOA (Voice of America) yang ditayangkan di TVOne Indonesia, di AS sendiri tidak hanya terjadi gelombang phk massal tapi juga meningkatnya orang-orang yang tidak lagi mempunyai rumah karena tidak lagi sanggup membayar sewa rumah yang makin meningkat juga. Masih dari tayangan VOA, di AS sendiri, pada beberapa negara bagian ada banyak organisasi nirlaba atau non-profit yang mengumpulkan donasi (atau bahasa Indonesianya sedekah) yang sudah mampu membangun Bank Pangan sendiri (Foodbank). Foodbank berasal dari kumpulan donasi yang didapat dari acara-acara amal, gereja, organisasi non-profit lainnya, maupun perusahaan ataupun perorangan. Pengurus foodbank mengelola hasil donasi tersebut dalam bentuk makanan, entah itu bahan pangan ataupun makanan kalengan dan disimpan dalam suatu gudang besar. Jika ada pihak yang membutuhkan pangan secara gratis karena masalah ekonomi ataupun masalah berat lainnya, pihak tersebut dapat menghubungi gereja atau badan-badan bantuan lainnya untuk mendapatkan pangan. Jadi, jika anda termasuk korban phk massal di AS, dan merupakan warga negara AS yang sah, anda dapat mendaftarkan diri dengan cara menunjukan dokumen phk, dokumen tanda penduduk yang dalam bentuk Green Card dan nomor bantuan sosial (Social Security Number) dan surat keterangan pernah bekerja di perusahaan yang mem-phk anda, dan anda akan masuk dalam program penyelamatan sesama. Anda akan mendapatkan bantuan suplai makanan setiap hari yang dibagikan setiap minggu sekali. Anda juga akan ikut dalam program-program kebersamaan seperti contoh konkritnya makan bersama pada hari Thanks Giving (salah satu perayaan nasional di negara AS dan Australia) tanpa perlu membayar sama sekali. Jadi meskipun anda menganggur, kebutuhan makanan anda akan tetap tercukupi dengan layak. Hal yang sama juga ada di Hongkong, sebagai salah satu kota dengan biaya hidup tertinggi di Asia. Disana pun ada foodbank yang mekanismenya mirip dengan foodbank di AS.
Terlepas dari betapa beruntungnya masyarakat di AS dan di Hongkong, kembali ke masalah phk massal di Indonesia. Karena di Indonesia tidak ada foodbank ataupun mekanisme pertolongan lainnya, padahal di UUD 1945 sudah tertera “Masyarakat miskin dan anak terlantar adalah tanggung jawab negara”, maka gelombang phk massal ini akan mengakibatkan beberapa kemungkinan.
1. Para pekerja akan kembali ke daerah asalnya atau derah lain selain Jakarta. Bagi para pekerja yang memiliki keahlian tinggi dibidang tertentu akan menghubungi semua relasi-nya untuk mencari kerja. Bagi para pekerja biasa akan mencoba mengais rejeki dari semua cara yang mereka mampu, dan mungkin mereka tidak akan kembali ke daerahnya sendiri dengan beragam alasan.
2. Angka kriminalitas meningkat, dan tindakan kriminal akan semakin berani.
3. Angka penduduk miskin akan berlipat-lipat ganda.
4. Terjadi exodus pekerja besar-besaran dari kota-kota besar di Indonesia menuju kota yang lebih kecil lagi.
5. Pengusaha yang perusahaannya tidak terkena dampak krisis global akan mengalami berlimpahnya pekerja.
Penulis akan membahas tentang kemunkinan yang akan terjadi jika ada exodus pekerja besar-besaran. Para pekerja exodus tersebut akan mencari lowongan di semua perusahaan yang masih berjalan tanpa memperhatikan jenis usaha ataupun posisi dan jabatan lagi. Mereka bahkan tidak lagi mengutamakan titel pendidikannya. Mereka bersedia pindah rumah demi dapat bekerja kembali di perusahaan yang mau menerima mereka. Keadaan ini akan dimanfaatkan perusahaan yang masih berjalan dengan menawarkan posisi dan gaji terendah dari gaji yang bisa diterima para pekerja tersebut pada perusahaan sebelumnya. Hal ini dipandang perusahaan sebagai hal yang sangat menguntungkan, apalagi jika dapat menerima pekerja yang berasal dari perusahaan pesaing atau perusahaan yang sama sektornya.
Lalu, apakah perusahaan yang menerima pekerja tersebut tidak akan mengalami kelebihan pekerja ? Jawaban yang paling mungkin adalah Tidak. Karena perusahaan tersebut pun akan mengurangi pekerjanya yang sudah terlebih dulu bekerja disana. Berbagai macam cara digunakan dan beragam alasan akan disampaikan pada pekerja-pekerja yang dianggap tidak lagi menguntungkan perusahaan. Perusahaan tersebut tidak akan melakukan phk juga tetapi akan membuat para pekerja tidak potensial yang sudah ada sebelumnya tidak lagi betah bekerja disana dan akhirnya akan mengundurkan diri dengan sendirinya. Perusahaan tersebut pun akan melakukan restrukturisasi jabatan, dimana pekerjaan yang tadinya membutuhkan 2 atau 3 orang pekerja akan dibuat menjadi 1 pekerja saja. Posisi-posisi penting pada tingkatan menengah akan dirombak besar-besaran. Mengapa ? Agar ada ruang bagi calon pekerja baru yang hasil dari phk itu. Dan mengurangi pembiayaan rutin pada pembayaran gaji.
Mengapa posisi penting pada tingkatan menengah saja yang akan dirombak ? Itu bisa disebabkan antara lain :
1. Pekerja pada posisi tersebut, biasanya tidak terlalu bergaul dengan pekerja lain pada posisi dibawahnya, dan kemungkinan besar sama sekali tidak berhubungan dengan organisasi-organisasi pembela buruh yang perwakilannya ada di perusahaan tersebut. Hal ini tentu akan menyebabkan posisi pekerja lemah karena tidak ada yang membela atau jumlah yang membela kecil sekali.
2. Kedudukan pekerja pada posisi tersebut biasanya tidak terlalu penting bagi kebijakan perusahaan secara keseluruhan. Sehingga ketiadaan mereka pun tidak akan menyebabkan perusahaan goyah.
3. Posisi tersebut adalah paling rawan dalam struktur organisasi perusahaan karena mendapat tekanan dari posisi yang lebih tinggi dan mendapat perlawanan dari posisi dibawahnya. Oleh sebab itu, biasanya penilaian perusahaan pada pekerja pada posisi tersebut tidaklah baik.
4. Pada posisi tersebut biasanya pekerja sulit menghasilkan prestasi-prestasi gemilang yang dapat memajukan perusahaan sehingga penilaian perusahaan juga dapat menjadi tidak baik.
5. Pekerja pengganti dari phk perusahaan lain akan dengan senang hati menerima posisi tersebut karena dianggap tidak terlalu jauh jabatannya dari jabatan di perusahaan yang mem-phk-nya.
6. Pekerja pengganti akan dengan mudah diperintah untuk melakukan banyak hal dimana pada pekerja sebelumnya hal tersebut tidak mungkin dilaksanakan (karena pertimbangan hak asasi buruh, ada hubungan kerabat, teman seperjuangan, atau yang lainnya).
7. Perusahaan tidak perlu memusingkan cara ekstrem untuk mengurangi pekerja di posisi lebih tinggi karena biasanya pada posisi tersebut para pekerjanya sudah dipercaya dan dianggap penting dalam pertumbuhan perusahaan.
8. Beban pembiayaan gaji pun berkurang karena pekerja pengganti gajinya lebih kecil dari pekerja sebelumnya.
Cukup mengerikan dan membingungkan ? Tunggu dulu ! Itu semua belum apa-apa. Mengapa menjadi berantai sih ? Nah, selain karena memang terkena efek langsung dari Krisis Global, Pergerakan Buruh yang tidak puas (dengan banyaknya demo, pengusaha akan merasa ketakutan), keputusan pemerintah yang tidak membawa dampak positif karena terlalu terburu-buru, yang mungkin menjadi penyebab adalah banyaknya tenaga kerja potensial yang menganggur. Seperti yang sudah penulis bahas diatas, perusahaan tergiur dengan banyaknya tenaga kerja potensial yang menganggur, sehingga efek krisis global menjadi efek phk massal.
Setelah semua itu terjadi, akankah kondisi normal kembali. Belum tentu. Orang banyak berharap pada presiden baru AS yang baru saja terpilih, Barrack Husein Obama. Dengan adanya Barrack Obama atau disingkat saja menjadi Obama, AS diharapkan segera pulih perekonomiannya. Obama sendiri rencananya akan mengucurkan uang talangan untuk menyelamatkan semua bank sakit di AS dan menyelamatkan industri-industri yang menyerap tenaga kerja paling banyak agar mampu bergerak dan hidup kembali sebesar 200 Milyard US$. Padahal perak Irak sudah membakar uang Trilyunan US$. Bagaimana uang kecil bisa menggantikan uang besar yang terbakar percuma ? Hampir tidak mungkin, jika mungkin maka akan membutuhkan waktu yang lama sekali. AS membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk memperbaiki kondisi keuangannya kembali. Selama AS memperbaiki kondisi keuangannya, bagaimana nasib negara lainnya ? Tidak ada yang tahu. Setiap negara sekarang ini berusaha untuk mencari pangsa pasar baru selain AS, Eropa, dan Jepang. Cina sendiri sudah tidak lagi layak diperhitungkan karena Cina sudah memecat 200 ribu buruh dari seluruh sektor industri di negara itu. Dan belakangan ini sudah tumbuh rumor bahwa keuangan di Cina tidaklah kuat. Kredit macet disana sungguh luar biasa jumlahnya, sekitar 900 milyard US$. Mengapa Cina seperti itu ? Rumornya karena Cina ternyata menerapkan sistem yang digunakan oleh mantan Presiden Indonesia, Soeharto. Semua pembangunan disana dibangun diatas hutang yang tidak diperhitungkan. Mengapa ? Karena Cina lebih mengutamakan masuknya investor atau banyaknya barang terjual dengan cara harga super miring daripada menyertakan modal ke dalam harga jual, jadi modalnya tidak dihitung.
Lalu apalagi ? Hmm…. apakah anda tahu, semua barang yang anda konsumsi sekarang, semua produk yang ada dipasaran apapun jenisnya dan darimanapun sektor industrinya darimanapun asal negara produsennya adalah barang yang menggunakan bahan baku maupun bahan pembantu dengan harga yang berlaku di masa lalu ? Harga yang dimasa lalu adalah wajar karena tertutup dengan harga jual pasar. Tapi bagaimana jika sekarang pasar lesu, tidak dapat lagi membeli barang yang sama dengan harga yang sama ? Nah, ini akan menjadi masalah besar di masa yang akan datang. Produksi produk-produk tersebut dimasa lalu besar sekali jumlahnya karena para pemasar yakin pasar masih bisa menyerapnya karena tingkat pertumbuhan ekonomi dunia diperhitungkan akan terus meningkat. Bagaimana jika tingkat pertumbuhan melemah, stagnant, atau bahkan turun ? Akibatnya stok produk akan menimbun tinggi sekali dan tingkat penjualan menurun drastis. Produsen tidak mampu menjual produknya dan tidak mampu juga menurunkan harga produknya agar bisa diserap pasar. Produsen akan banyak yang gulung tikar karena rugi besar sekali. Kemungkinan akan terjadi kondisi yang berlawanan dengan hukum ekonomi, akan ada banyak produk berharga tinggi meskipun permintaan nyaris tidak ada. Padahal hukum ekonomi dasar adalah jika demand sedikit dan supply berlimpah maka harga supply akan turun dengan sendirinya.
Para pekerja exodus dari kota-kota besar akan memasuki daerah-daerah yang dianggap biaya hidupnya masih bisa terjangkau. Dari sinilah sektor ekonomi mikro dihadapkan pada tantangan baru. Pada krisis tahun 1997-1998 lalu, sektor ekonomi mikro dianggap pahlawan bagi banyak orang karena menyisakan ruang bagi manusia untuk hidup. Orang masih bisa makan kalau makannya di warteg atau warung makan kecil karena harganya masih terjangkau, orang juga masih bisa bergerak usahanya pada taraf UKM. Perkiraan penulis, hal tersebut akan segera terjadi kembali. Jika anda adalah mahasiswa ekonomi yang sedang menulis skripsi, ini bisa dijadikan bahan skripsi anda. Anda yang sedang menulis skripsi bisa meneliti jumlah konsumen yang datang pada salah satu warteg di daerah anda tinggal. Anggapan penulis, akan meningkat sangat tinggi sekali. Kehadiran para pekerja exodus itu akan membangkitkan kembali gairah di sektor mikro. Warung-warung makan kecil yang sudah exis akan segera dibanjiri lebih banyak pembeli, supplier-supplier yang berskala kecil juga akan dibanjiri order selama harga masih bisa dijangkau. Lalu akan muncul banyak sekali warung-warung makan kecil yang baru. Pembelian partai kecil/eceran akan juga meningkat.
Jika anda adalah salah satu korban phk dan memiliki uang pesangon yang jumlahnya melebihi 30 juta rupiah, ada baiknya anda mulai merintis bisnis warung makan kecil ini dari sekarang. Mulailah dengan melakukan survey terhadap harga jual, jenis makanan, rasa makanan, jam buka/tutup, jumlah pegawai yang diperlukan, peralatan yang dibutuhkan, dan yang terpenting lokasi. Lalu mulailah hunting supplier yang termurah.
Bagaimana tanggapan anda, silahkan isi komentar dibawah ini. Terima kasih. – Penulis
Filed under: Ekonomi | Ditandai: Add new tag, Ekonomi, global crisis, kondisi, kondisi ekonomi selanjutnya, krisis, krisis ekonomi, krisis ekonomi global, masal, nasib pekerja kena phk, phk, phk massal, sektor ekonomi, selanjutnya | 1 Komentar »